Mengarustamakan Moderasi Beragama Kegiatan PPKB GPAI Provinsi Gorontalo

Grand Q Hotel Gorontalo, 27 - 29 Januari 2022.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, February 15, 2021

Guruku Idolaku

 

Sutarjo Paputungan, M.Pd.I

Guru adalah seorang pendidik, pembimbing, pelatih, dan pemimpin yang dapat menciptakan iklim belajar yang menarik, memberi rasa aman, nyaman dan kondusif dalam kelas. Keberadaannya di tengah-tengah peserta didik dapat mencairkan suasana kebekuan, kekakuan, dan kejenuhan belajar yang terasa berat diterima oleh para peserta didik. Kondisi seperti itu tentunya memerlukan keterampilan dari seorang guru, menyadari hal itu maka sayta menganggap bahwa keberadaan guru yang menjadi idola sangat diperlukan.

Guru dengan segala kelebihan dan kekurangannya memiliki peranan penting bagi peserta didik. Apapun pandangan peserta didik tentang guru, entah itu killer, kejam, pelit nilai, sabar, atau apapun itu sebutan, tetapi punya andil terhadap masa depan peserta didik. Tidak pernah mengharapkan balasan apapun dari peserta didik. Setiap guru memiliki cara mengajar yang berbeda-beda. Ada yang sangat serius tanpa rasa humor, dan ada pula yang sangat humoris. Kalau kita tanya kepada peserta didik guru mana yang menjadi idola atau favorit mereka tentu jawabnya adalah guru yang mengajar dengan humor. Walaupun terdapat nuansa humor namun tidak menghilangkan nuansa keseriusan dan kedisiplinan seperti contoh Pak Djafar Muhammad, Kepala Rumpun jurusan listrik, Sudah diketahui bahwa materi pelajaran memiliki ciri yaitu membosankan dalam muatannya di mana ia  mengharuskan konsentrasi pikiran dan hati. Kita sebagai guru akan menemukan peserta didik menguras seluruh indranya untuk menguasai bahan pelajaran yang kita sampaikan.

Saat saya sekolah di jenjang SMA dulu namanya STM Cokroaminoto, Kotamobagu, (Sekolah Teknik Menengah)  ada sosok guru Jurusan Kelistrikan namanya Pak Djafar Muhammad.  Kalau melihat sosoknya maka akan menilai kalau beliau adalah guru yang galak. Kalau dilihat pelajarannya maka beliau guru yang membuat peserta didik tegang. Ternyata semua tebakan saya salah. Pak Djafar Muhammad, setiap masuk ke kelas langsung menyapa para peserta didik. Setiap peserta didik saat Pak Djafar Muhammad, lagi masuk maka akan selalu ditanya apa yang sedang dilakukan, sehingga timbul obrolan kecil penghantar pelajaran. Saat di STM Cokroaminoto Kotamobagu, saya memilih jurusan Listrik, sehinga  saat memulai pelajaran Kelistrikan juga peserta didik dibuat nyaman dengan candaan-candaan kecil di awal pembelajaran. Kemudian memberikan pertanyaan urut dengan menyebut nama kami satu persatu yang membuat kami lebih dekat dengan Pak Djafar Muhammad. Kalau jawaban kami benar maka akan ada pujian plus humor dari beliau. Kalau pun salah juga ada candaan yang membuat kami termotivasi. Pelajaran kelistrikan ditangan Pak Djafar Muhammad, menjadi pelajaran yang menyenangkan.

Pak Jufri Panigoro, guru dan sahabat, guru yang gaul menurut saya. Mudah bergaul dengan peserta didik dan bahkan akrab. Kami sering berkunjung ke rumah beliau untuk belajar tentang pelajaran listrik. Setelah selesai belajar, kamipun ngobrol santai sembari bercanda. Beliau sangat ramah. Saya sering disuruh menulis materi pelajaran Listrik di papan tulis. Karena tulisan saya lebih bagus daripada teman-teman. Setelah selesai menulis di papan tulis, saya langsung  menulis materi di buku tulis. Saat ini beliau telah menyelesaikan gelar Magisternya. Saya yang pernah sebagai anak didiknya sangat bangga memiliki guru bergelar Magister. Saya belajar dari beliau tentang bagaimana seorang guru mampu menempatkan diri sebagai seorang sahabat di hadapan peserta didik. Berbicara dengan bahasa anak muda. Tentu dengan batasan-batasan tertentu. Peserta didik akan lebih terbuka ketika guru mampu menjadi pendengar dan solusi bagi permasalahan anak didiknya.

Pak Adam Paputungan, guru yang mengajari saya jadi guru. Hal yang selalu saya ingat dan saya cerita ke anak didik saya di sekolah sampai hari ini. Pak Adam Paputungan adalah guru Matematika, Kebiasaan beliau ketika mengajar, adalah menyuruh peserta didiknya membaca buku terlebih dahulu sebelum beliau menjelaskan. Waktu baca kurang lebih 15 menit. Setelah itu beliau keluar kelas selama peserta didik membaca/belajar. Masuk lagi dan sering menyuruh saya maju menuliskan dipapan tulis. Saya diberi kesempatan menjelaskan materi semampunya. Seingat saya setiap pertemuan dua sampai tiga kali saya disuruh maju mengerjakan soal materi pelajaran. Dulu saat saya maju menjelaskan materi di depan kelas, saya tidak merasa bahwa hal ini sangat berguna di masa depan. Hari ini saya sangat merasakan bahwa apa yang beliau ajarkan kepada saya, sangat berguna ketika saya guru.

Ibu Nurhayati Laneto, guru Pendidikan Agama Islam sekaligus guru spiritual saya. Beliau adalah orang spesial bagi saya. Beliau menemani saya dan teman-teman saya dalam keseharian di sekolah dan masjid sekolah. Setiap ba’da sholat Dzuhur, beliau memberikan halaqah tentang ilmu agama Islam. Kerangka yang beliau tanamkan kepada saya, sampai hari ini masih menancap kuat. Logika dan dalil menjadi satu yakni motto “Perjuangan membutuhkan pengorbanan yang besar, untuk itu janganlah berhenti berjuang sebelum berhasil”. yang saya selalu pakai dalam menyelesaikan setiap masalah sampai hari ini. Yakni Kerangka ideologis yang didasarkan pada agama. Saya belajar dari beliau bahwa jangan berhenti untuk belajar.

Terlalu singkat ruangan ini untuk menuliskan satu per satu tentang kontribusi guru kita. Canda atau humor yang dilakukan seorang guru adalah senda gurau dengan peserta didik tanpa mencela dan menghinanya. Bila dalam mengajar timbul kedekatan dengan peserta didik, maka kehadiran kita sebagai guru pasti akan selalu dinantikan dan ini yang dikatakan sebagai guruku Idolaku.

 


Wednesday, February 10, 2021

DIREKTORAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MENGADAKAN RAPAT KOORDINASI TENTANG JUKNIS UJIAN SEKOLAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM VIA VIRTUAL

Peserta Rapat Koordinasi Juknis Ujian Sekolah PAI  

 

Agenda rapat koordinasi sosialisasi juknis ujian sekolah Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD, SMP, SMA dan SMK Tahun ajaran 2020-2021, Nomor surat. B-307/Dj.1/DT.I.IV/HM01/02/2021 kembali diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam, pertemuan ini dilaksanakan secara virtual lewat via zoom meeting, yang dilakanakan pada hari rabu, 10 Februari 2021, pukul 13.00 s/d 14.30 Wib. Kegiatan yang bertajuk rapat koordinasi, mengundang Kepala Bidang PAI/PAKIS/PENDIS kanwi Kemenang Prov., Kasubdit dan kasi PAI pada Direktorat PAI, Kasi tingkat dasar dan menengah bidang PAI/PAKIS/PENDIS, Kasi PAI/PAKIS/PENDIS pada Kankemenag Kab./Kota, Ketua KKG PAI SD tingkat Provinsi, Ketua MGMP PAI SMP tingkat Provinsi, Ketua MGMP SMA/SMK tingkat Provinsi, Ketua Pokjawas PAI Tingkat Provinsi, seluruh Indonesia.

Muhammad Ali Ramdhani, Dirjen Pendidikan Islam dalam sambutanya menyampaikan “Pengelolaan Pendidikan Agama Islam menjadi tanggung jawab kemenag, maka pelaksanaannya harus dilaksanakan sebaik mungkin, untuk itu perlu dibuat juknis sebagai acuan dalam pelaksanaan. Lebih lanjut Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan bahwa materi pendidikan Agama Islam harus menjadi medium moderasi beragama, serta Guru PAI diharapkan dapat mengawal ujian sekolah dengan penuh integritas dan bertanggung jawab” ujarnya

Rohmat Mulyana Sapdi, Direktur Pendidikan Agama Islam, menyampaikan bahwa “ujian sekolah diharapkan dapat dikelolah dengan baik, serta dapat mengadakan koordinasi dengan PAKIS dan juga dengan Dinas Pendidikan terkait, lebih lanjut Rohmat Mulyana Sapdi, mengatakan terbitnya  SKB tiga menteri tentang seragam bukan untuk membatasi tetapi untuk memberikan hak kepada setiap individu untuk menentukan seragam yang ingin digunakan” ujarnya

Nurul Huda, Kasbdit SMA dan SMK, menyampaikan bahwa “PPKB akan dimaksimalkan, Pemetaan Kompetensi online masih perlu di revisi ulang, serta adanya bantuan PPG dan MGMP masih disediakan”, tuturnya.

Ilham, Kasubdit PAI SD, memaparkan bahwa “Surat Edaran ditiadakan Ujian Nasional dan ujian sekolah, Juknis akan di kirim kekanwil masing-masing dan selanjutnya akan di teruskan Kedinas Kabupaten/Kota, Juknis menyediakan contoh kisi-kisi soal, sementara penyusun soal oleh KKG/MGMP Kabupaten/Kota.

Chundasah Dit. Pendidikan Agama Islam, menjelaskan bahwa dijuknis ada dua lampiran, Lampiran 1 menjelaskan ketentuan umum, lampiran 2 berisi panduan menyusun soal secara teknis, Ujian sekolah menyesuaikan situasi dan kondisi satuan pendidikan, lebih lanjut Chundasah menjelaskan soal yang ada di juknis merujuk keputusan Dirjen Pendis 3451, serta komposisi soal juga di sesuaikan, tuturnya.

Setelah rapat berlangsung petunjuk teknis ujian sekolah mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti dengan Nomor surat B-286/Dj.I/Dt.I.IV/HM.01/02/2021 yang di tujukan Kepada Kepala Kanwil Kemenang Provinsi, Up. Kepala Bidang PAI/Pakis?Pendis/ Seluruh Indonesia. Sudah di share dan langsung kami sebagai peserta rapat sudah mendapatkanya, ini yang akan kami pelajari dan menjadi acuan untuk pembuatan kisi-kisi, dan soal ujian sekolah tahun 2020/2021.

 Kegiatan Rapat Koordinasi ini di ikuti tidak kurang dari 925 partisipan di seluruh wilayah Nusantara, termasuk Kepala Bidang PAKIS, Kanwil Provinsi Gorontalo, Kasi PAI pada Kankemenag Kab./Kota Gorontalo, Ketua KKG PAI SD Provinsi Gorontalo, Ketua MGMP PAI SMP Provinsi Gorontalo, Ketua MGMP SMA/SMK Provinsi Gorontalo, Ketua Pokjawas PAI  Provinsi Gorontalo. (Sutarjo Paputungan)




 


Saturday, February 6, 2021

PELATIHAN JURNALISTIK GURU PAI SE INDONESIA



Pelatihan Jurnalistik Nasional Guru Pendidikan Agama Islam, yang dilaknasakan oleh DPP AGPAII. Kegiatan yang berlangsung lima hari ini dibuka oleh Ketua DPP AGPAII Mahnan Marbawi (Sabtu, 06/02/2021). Pelatihan diikuti oleh para utusan DPW AGPAII seluruh Indonesia sejumlah 65 orang dan dilaksanakan secara daring via zoom meeting, kegiatan ini dijadwalkan selama lima hari, yang terbagi menjadi dua tahap, tahap pertama peserta menerima materi yang berhubungan dengan keterampilan jurnalistik, yakni pengenalan dasar jurnalistik, dan teknik penulisan berita, tahap kedua sesuai jadwal senin-rabu (8-10/02/2021) yakni sesi penugasan membuat berita reportase, hasil wawancara, cerita guru dan karya lain yang sesuai dengan kategori  penulisan web, yang sudah di tentukan oleh panitia.

Kegiatan ini di buka langsung oleh Ketua DPP AGPAII, (Dr. Mahnan Marbawi, MA. Dalam sambutanya menyampaikan pesan bahwa AGPAII harus membumi, membahana dan mendunia. “Membumi maksudnya harus dirasakan kehadiran dan kemanfaatannya oleh guru-guru PAI di seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan membahana atau terdengar jelas gaungnya, bermanfaat ilmunya. Serta mendunia, dikenal luas sehingga dikenali oleh kolega baik institusi maupun instansi pemerintah. Dengan demikian menumbuhkan kepercayaan mereka untuk bekerjasama dengan AGPAII,” yang outputnya adalah lahirnya para kontributor (jurnalis) yang hebat diseluruh wilayah Indonesia” tegas Ketua DPP, Dr. Mahnan Marbawi.

Pelatihan Jurnalistik ini di pandu oleh Host berpengalaman yakni Bapak Drs. Abd. Aziz Rofiq, M.Pd, dan menghadirkan narasumber hebat bapak  Lukman Nurhakim, S.I.Kom. Seorang wartawan senior yang juga merupakan Pimpinan redaksi Radar Cirebon (Pasundan ekspres Grup),  yang menyampaikan materi tentang pengenalan dasar jusnalis dan teknik penulisan berita, pada media online. Pada materi perdana tersebut, Lukman Nurhakim memberikan gambaran sejarah media informasi, kondisi terkini, dan proyeksi ke depan. di akhir materi kedua,  Lukman memberikan “tantangan” kepada peserta untuk menulis berita. “Silakan tulis berita kegiatan di daerah masing-masing sebagai praktik langsung yang sore ini akan saya berikan tanggapan,” ujar pria yang menjabat sebagai Pemimpin Perusahaan Pasundan Ekspres ini. Pada sesi berikutnya Dr. Muh. Ahsan menyampaikan materi tentang Membangun Kewargaan Digital Berbasis Web. Ketua Dept. Infokom ini mempraktikkan cara menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, Youtube, WA dan kemanfaatannya untuk penyebarluasan berita online. (Sutarjo Paputungan)